Pria China Ini Beruntung Nikahi Model Seksi Ukraina, Perjuangan Cintanya Bikin Baper!

http://www.tipsmenarik.com

TipsMenarik.com – JIKA bicara cinta, maka Anda akan mendapatkan kejutan yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya. Misalnya saja tempat asal jodoh Anda. Seperti kisah pasangan ini yang sekarang jadi buah bibir warganet.

Sekalipun jarak yang sangat jauh memisahkan mereka, kisah cinta antara pria asal Tionghoa Mei Aicai dengan seorang perempuan 16 tahun asal Ukraina, pernikahan pun tetap bisa terjadi. Kisah mereka juga membuktikan bahwa tidak ada penghalangan untuk mempersatukan cinta, khususnya masalah jarak.

Dilansir dari Viral 4 Real, Jumat (20/4/2018) untuk menyatukan cinta mereka berdua, ternyata Mei perlu usaha yang sangat luar biasa.

Tapi, sebelumnya, perlu diketahui bahwa Mei bukanlah murid yang baik ketika dia masih di Tiongkok. Sampai temannya menyuruh dia pergi ke Ukraina dan belajar di sana. Dari situlah akhirnya kisah dimulai.

“Sebelum saya meninggalkan China, saya pergi ke Shijiazhuang dan belajar bahasa Rusia selama sebulan, tetapi akhirnya hanya belajar ‘Halo, Saya Ingin Air’. Ketika saya naik ke pesawat, saya benar-benar gugup, tidak tahu apa yang akan terjadi di negara yang tidak saya kenal,” cerita Mei.

Dia tidak menyadari belajar bahasa Rusia lebih sulit daripada yang dia kira. “Ketika saya pertama kali tiba, saya melihat roti hitam di toko. Saya pikir itu dibuat dengan cokelat dan membeli sejumlah besar, tetapi ketika saya menggigit, rasanya pahit dan keras, seperti batu. Pada akhirnya, saya harus membuang semuanya,” kata Mei Aicai.

Mei sebenarnya bukan berasal dari keluarga kaya. Meskipun banyak yang percaya bahwa keluarganya kaya karena dia dapat melakukan perjalanan sejauh itu, status keuangan yang sebenarnya jauh dari kata itu.

“Hanya setelah keluar dari China, saya perlahan-lahan memahami kesulitan orangtua saya. Selama dua tahun pertama, makanan yang paling sering saya makan adalah kentang dan kubis, karena kedua hal ini adalah yang termurah di Ukraina. Baru pada Tahun Baru China saya bersedia membeli dua buah tomat. Pada saat itu, saya pikir tomat dengan telur adalah makanan mewah,” sambungnya.

Menurut Mei, biaya pendidikan di Ukraina sangat mirip dengan China, sehingga memungkinkan baginya untuk belajar di sana. “Tahun pertama di luar negeri, yang paling saya rasakan adalah kesepian dan ketidakberdayaan, dan setiap hari saya ingin pulang. Pada saat itu, saya tidak memiliki telepon atau komputer, jadi saya menunggu akhir pekan dan saya pergi ke warnet untuk mengobrol dengan keluarga saya,” ungkap Mei.

Dia kemudian pergi ke sekolah seni, meski sekarang tahu cara menggambar. Di sekolah itu, Mei mulai bolos sekolah dan mulai bermain Ping-Pong dengan teman-teman yang dia temui. Saat itulah dia belajar berbicara dengan lebih baik dan mendapatkan teman baik.

Dia menjadi cukup mahir bermain Ping-Pong. Bahkan, Mei Aicai mewakili akademinya dan memenangkan juara ke-3 dalam Kompetisi Mahasiswa Universitas Karkov, yang pertama dalam sejarah 100 tahun akademi.

Setelah memenangkan hadiah, kehidupan Mei Aicai memasuki era baru. Seorang guru atletik sangat memperhatikannya, menempatkan fotonya di aula sekolah dan semakin banyak siswa dan guru Ukraina yang datang kepadanya untuk bermain pingpong.

Sementara itu, untuk kisah percintaannya, dia pertama kali bertemu istrinya ketika sang istri baru berusia 16 tahun. Di Ukraina, wanita diizinkan untuk menikah pada usia 17 tahun.

“Dia mungkin muda tetapi pandangannya sangat matang. Di sekolah, dia adalah murid yang baik dengan nilai yang sangat baik dan di rumah dia adalah istri yang baik, menjaga rumah kami rapi, mencuci pakaian, dan memasak,” tutur Mei membicarakan istrinya.

Mei segera berhenti dari pekerjaannya sebagai animator dan memilih untuk memulai bisnisnya sendiri. Kisah mereka menjadi kontroversial ketika Mei awalnya mendirikan sebuah perusahaan “kencan”, di mana perempuan Ukraina diajarkan cara hidup China sebelum bertemu pria untuk berpacaran. Saat ini, dia menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang impor dan ekspor peralatan dan makanan.

”Beberapa orang berpikir saya sangat sukses, tetapi saya merasa kebahagiaan terbesar saya berasal dari keluarga saya. Saya pulang ke rumah setiap hari tepat waktu untuk makan bersama istri saya dan setelah itu, kami pergi berjalan-jalan. Saya merasa kehidupan semacam ini sangat bahagia, dan tahun depan kami berencana untuk memiliki bayi pertama kami,” kata Mei Aicai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *