Hartawan Ini Bunuh Diri Karena Bangkrut, dengan Kesal Dia pun “Bertanya pada Tuhan” Mengapa Membuatnya Seperti Itu, dan Kata-kata Tuhan Membuatnya Malu dan Diam!

http://www.tipsmenarik.com

TipsMenarik.com. Semasa gejolak pasar saham, seorang hartawan menderita kerugian besar, dalam semalam harta benda yang dikumpulkannya ludes dan tersisa hanya satu persen. Keesokan paginya, orang-orang mendapat kabar dari koran tentang seorang hartawan yang tewas bunuh diri terjun bebas dari gedung apartemen.

Roh si hartawan melayang dan mengambang hingga sampai di sebuah tempat yang luas, dan ia melihat Tuhan di hadapannya.

“Tuhan, Anda terlalu kejam!” kata si hartawan dengan nada kesal.

“Hasil usaha keras saya selama lebih dari setengah abad mendapat bantuan dari Mu, tapi mengapa pada saat-saat terakhir Anda membuat saya bangkrut?” Kata si hartawan lebih lanjut.

Tuhan menatap si hartawan dengan pandangan lembut dan berkata : “Anakku, kesuksesanmu bukan karena pertolongan-Ku. Dan saat kau melompat dari gedung itu juga bukan Aku yang memaksamu. Sesungguhnya, tidak seharusnya kau melompat dari gedung.”

Hartawan itu berkata : “Dari seorang milliuner aku langsung bangkrut hanya dalam semalam, jadi tidak ada artinya lagi aku hidup ? Kehidupan selanjutny itu sama sekali tidak berguna …”

Tuhan berkata : “Sebagian besar hidup kamu bekerja dengan rajin dan tegar, dari orang miskin menjadi multi-jutawan yang membuat orang-orang kagum : sampai hari kebangkrutan, kamu masih memiliki satu persen dari hartamu semula, dan tetap seorang ‘hartawan’.”

Lihatlah pengemis-pengemis itu, mereka bahkan tidak punya ribuan perak sekali pun ?

Hartawan itu berkata, “Masa saya dibandingkan dengan pengemis? Dunia kehidupan saya sama sekali berbeda dengan mereka.”

Tuhan berkata, “Ya, dunia kalian memang sangat jauh berbeda, dan ini jugalah yang membuat kalian memiliki keinginan yang sama sekali berbeda. Kamu bukannya tidak memiliki cukup uang untuk memberi makan hidupmu, tapi mati karena keinginan lebih itu.”

“Kamu selalu merasa hidupmu susah, banyak tekanan dan merasa pendapatan kecil, menjalani hidup tergantung pada kesenangan atau ketidak sukaan orang lain, dan berbagai ketidakpuasan. Tapi di dunia ini, tidak ada satu makhluk apa pun yang hidupnya jauh lebih nyaman daripada kamu. ”

“Lihatlah semesta alam ini ! Sarang angsa teritip di atas tebing setinggi puluhan meter, beberapa jam setelah lahir, mereka sudah harus turun ke tanah untuk mencari makanan.

“Induk angsa bisa terbang, tapi bagaimana dengan anak-anaknya yang belum bisa terbang, tapi kalau tidak melompat (mencari makanan sendiri) akan mati kelaparan.

“Naluri untuk bertahan hidupnya membuat mereka harus melompat, membayangkan dirinya memilki sayap yang kuat, banyak sekali yang dalam proses melompat ke bawahnya akan berbentur dengan batu cadas, hingga akhirnya, ada beberapa anak angsa yang beruntung selamat, sementara lainnya tewas mengenaskan hanya beberapa jam setelah mereka lahir.”

“Jadi, wajarkah alam membiarkan kamu hidup setelah melompat dari gedung yang tinggi itu ?”

“Itulah alam, yang tidak akan peduli apakah Anda menderita atau tidak, karena alam punya prinsipnya sendiri. Dan yang dapat Anda lakukan hanyalah menyingkirkan/mengatasi berbagai masalah, tapi tetap tabah dan tak tergoyahkan.”

Mendengar kata-kata Tuhan, hartawan itu pun seketika merasa malu : “Kalau begitu, apakah Engkau bersedia membawa saya kembali ke surga?”

Tuhan berkata : “Setiap menit dari setiap makhluk yang Aku ciptakan itu bukannya tidak berguna, tapi iblislah yang memberi Anda keinginan. Berjuang untuk hidup, adalah permintaan-Ku atas manusia : Berjuang demi hasrat/keinginan adalah dorongan iblis. Karena hidupmu berakhir dengan keinginan, jadi, Aku tidak bisa membawamu ke surga.”

Hartawan itu pun menangis mendengar penjelasan Tuhan.

Tuhan, dengan penuh kasih memandang bunga di depan-Nya dan berkata : “Tidak ada keinginan di surga, hanya ada kehidupan seperti bunga.”

Saat hidup, seseorang baru ada harapan. Dan manusia, dimana demi mewujudkan mimpinya itu harus menderita dan bersusah payah!

Tak seorang pun di dunia ini yang nyaman hidupnya, hanya dengan perjuangan dan bersusah payah, hidup baru akan menjadi semarak dan penuh warna.

Mungkin jalan yang harus dilalui seseorang itu sangat panjang, dan baru akan menjadi matang setelah mengalami kemakmuran dan kehancuran yang tiba-tiba dan tak terhitung banyaknya dalam kehidupan.

Hidup, entah itu pahit atau manis, itu semua adalah pengalaman hidup, dan itu adalah pengalaman yang hanya sekali dalam seumur hidup, dan semua itu harus dihargai.

Demi dirimu sendiri, dan demi orang yang dicintai dan mencintai, ingatlah untuk mengatakan pada diri sendiri saat berduka lara : “Selama masih hidup pasti ada harapan, dan selama masih hidup pasti akan melihat kebahagiaan di sudut jalan berikutnya, jangan pernah menyerah, kawan !”(jhn/yant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *